KKPMT
II & VIII
RS
IBNU SINA YW UMI
15 Agustus 2016 - 27 Agustus 2016
DISUSUN
OLEH:
BAINUR
MONY (15.03.183)
IRAWATI
(15.03.192)
NURHIKMAH
(15.03.200)
RINI
INDRIANI PUTRI (15.03.208)
SRI
MASNASAFITRI (15.03.212)
ABDUL
RAHMAN (15.03.215)
ARNANDI
ADRIANSYAH (15.03.217)
MUHAMMAD
NUR IKHSAN (15.03.222)
RISWANDI
(15.03.224)
YUDITA
(15.03.235)
PROGRAM
STUDI D-III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
STIKES
PANAKKUKANG MAKASSAR
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun
Laporan Praktik Kerja Lapangan I (PKL I) yang telah kami laksanakan di Rumah Sakit
Ibnu Sina YW-UMI.
Laporan praktik kerja lapangan ini disusun
sebagai pertanggungjawaban tertulis dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan I (PKL
I) yang telah dilaksanakan sejak tanggal 15 agustus sampai 26 Agustus 2016. Adapun
penyusunan laporan ini berdasarkan data-data yang telah kami peroleh dari
proses praktik kerja lapangan, buku pedoman, serta bimbingan dari para
pembimbing.
Dalam penyusunan dan penulisan laporan
ini tidak lepas dari bantauan, bimbingan serta dukungan dari dari berbagai
pihak. Oleh karena itu kami mengucapkan banyak terimah kasih kami kepada yang
terhormat:
1.
Dr. dr. H. Dwi Djoko
Purnomo, MPH selaku Direktur Rumah Sakit Ibnu Sina YW UMI.
2.
Dr. Jeane Knab selaku
kepala Rekam Medis Rumah sakit Ibnu Sina.
3.
A.Hasdimah,
SKM.MM dan Saidah SKM. Selaku pembimbing lahan.
4.
Staf-staf lain
Rumah Sakit Ibnu Sina yang telah membantu.
5.
Ibu Siti Syamsiah
S.Kp, M.Kes selaku Ketua Stikes Panakkukang Makassar
6.
Bapak Muh.
Thabran Thalib SKM, MARS selaku Ketua Prodi DIII Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan
7.
Ibu Asriyanti
SKM, M.Kes dan Ibu Herawati S.Kom, selaku Dosen pembimbing institusi
8.
Orangtua yang
telah mendukung kami serta teman-teman yang sudah bekerja sama dalam pembuatan laporan
ini.
Kami menyadari bahwa Laporan PKL I ini jauh
dari kesempurnaan, dengan demikian kami membutuhkan kritik dan saran yang
bersifat membangun guna kesempurnaan laporan ini. Kami berharap laporan ini dapat
bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi mahasiswa DIII Rekam Medis dan Informasi
Kesehatan di STIKES PANAKKUKANG Makassar pada khususnya dan seluruh yang
terlibat dalam pelayanan kesehatan lain di Indonesia pada umumnya.
Makassar, 2 september
2016
Kelompok
XVII
PERSETUJUAN
Laporan
praktik lapangan 1 ini berisi tentang Klasifikasi Kodefikasi Penyakit dan
Tindakan terkait kesehatan II dan VIII di RS. IBNU SINA YW-UMI mulai tanggal 15
sampai 26 agustus 2015. Laporan ini telah mendapat persetujuan dari pembimbing
lahan dan pembimbing institusi.
Makassar,
5 september 2016
TIM
PEMBIMBING
KEPALA INSTALASI REKAM MEDIS
dr. JEANE KNAB
|
PEMBIMBING INSTITUSI
ASRIYANTI SKM,M.kes
|
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL......................................................................................... i
KATA PENGANTAR....................................................................................... ii
PERSETUJUAN................................................................................................ iv
DAFTAR ISI ..................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1
A.
Latar Belakang........................................................................................ 1
B.
Tujuan..................................................................................................... 1
1. Tujuan Umum................................................................................... 2
2. Tujuan Khusus.................................................................................. 2
BAB II PELAKSANAAN PRATIK................................................................. 3
A.
Kegiatan Awal........................................................................................ 3
B.
Kegiatan Pokok....................................................................................... 3
BAB III HASIL YANG DICAPAI.................................................................. 4
A.
Profil Rumah Sakit.................................................................................. 4
1. Sejarah Rumah Sakit......................................................................... 4
2. Visi dan misi..................................................................................... 5
3. Nilai................................................................................................... 5
4. Motto ............................................................................................... 5
B. Klasfikasi Kodefikasi Penyakit dan Tindakan Terkait Kesehatan
II (KKPMT II) 6
1.
Klasifikasi kodefikasi
penyakit dan tindakan terkait penyakit
Infeksi dan parasite........................................................................... 6
2.
Klasifikasi kodefikasi
penyakit dan tindakan terkait penyakit
Sistem Penglihatan............................................................................ 11
3.
Klasifikasi kodefikasi
penyakit dan tindakan terkait penyakit
PadaTelinga,hidung, danTenggorokan (THT) ................................. 14
4.
Klasifikasi kodefikasi
penyakit dan tindakan terkait penyakit
Sistem pernafasan (Respirasi)........................................................... 15
5.
Klasifikasi kodefikasi
penyakit dan tindakan terkait penyakit
Sistem Sirkulasi (Cardiovascular)..................................................... 18
6.
Klasifikasi kodefikasi
penyakit dan tindakan terkait penyakit
Sistem Pencernaan (Digestive).......................................................... 20
C.
Klasfikasi Kodefikasi
Penyakit dan Tindakan Terkait Kesehatan VIII (KKPMT VIII) 23
1. Klasifikasi Kodefikasi Penyakit dan tindakan Terkait
penyakit
Sistem kulit dan Subkutan................................................................ 23
2. Klasifikasi Kodefikasi Penyakit dan tindakanTerkait penyakit
Genitourinary ................................................................................... 26
3. Klasifikasi Kodefikasi Penyakit dan tindakan Terkait
penyakit
Musculosceletal................................................................................. 30
BAB VI HAL-HAL YANG MENUNJANG DAN MENGHAMBAT
PELAKSANAAN PRAKTIK ........................................................... 33
A.
Hal-Hal Yang
Menunjang Pelaksanaan Praktik...................................... 33
B.
Hal-Hal Yang
Menghambat Pelaksanaan praktik................................... 33
BAB V PENUTUP............................................................................................. 34
A.
Kesimpulan............................................................................................. 34
B.
Saran ...................................................................................................... 35
LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................... 36
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pelayanan kesehatan adalah sebuah
konsep yang digunakan dalam memberikan layanan kesehatan kepada
masyarakat. Salah satu sarana pelayanan kesehatan ialah rumah sakit, dalam
rumah sakit terdapat beberapa komponen yang mendukung kelancaran pelayanan
kesehatan,komponen tersebut ialah Rekam Medis.
Berdasarkan
(Permenkes No.269/MENKES/PER/III/2008). Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan
dokumen antara lain tentang identitas pasien, anamnesis, hasil pemeriksaan,
pengobatan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada
pasien.
Dalam peningkatan pelayanan kesehatan tentunya calon perekam medis yang
profesional harus menguasai kompotensi perekam medis. Dengan dilaksanakannya
praktik lapangan 1 ini, diharapkan mahasiswa dapat mengklasifikasian dan mengkodefikasi
penyakit dan tindakan terkait infeksi dan parasite, sistem
penglihatan, penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), sistem respirasi
(pernafasan), sistem cardiovascular (sirkulasi), sistem digestive (pencernaan),
sistem integument (kulit dan subkutan), penyakit sistem musculoceletal, dan
penyakit sistem genitourinary yang menjadi salah satu kompentensi seorang
professional perekam medis. Sehingga mahasiswa dapat megetahui secara langsung bagaimana keadaan
berkas rekam medis, kendala-kendala dan bagaimana memecahkan masalah yang
didapatkan selama di Rumah Sakit.
|
1
|
B. Tujuan
1. Tujuan
Umum
Setelah
melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan proses penyelenggaraan
rekam medis dan sistem informasi kesehatan di tatanan pelayanan kesehatan.
2.
Tujuan Khusus
Setelah
selesai melaksanakan kegiatan praktik laboratorium mahasiswa dapat:
a. Praktik
kerja lapangan KKPMT II
1) Menerapkan
klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta tindakan terkait penyakit infeksi dan
parasite.
2) Menerapkan
klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta tindakan terkait penyakit sistem
penglihatan
3) Menerapkan
klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta tindakan terkait penyakit pada
telinga, hidung, dan tenggorokan.
4) Menerapkan
klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta tindakan terkait penyakit sistem
respirasi (pernafasan).
5) Menerapkan
klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta tindakan terkait penyakit sistem
cardiovascular (sirkulasi).
6) Menerapkan
klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta tindakan terkait penyakit sistem
digestive (pencernaan).
b. Praktik
kerja lapangan KKPMT VIII
1) Menerapkan
klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta tindakan terkait penyakit sistem
integument (kulit dan subkutan).
2) Menerapkan
klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta tindakan terkait penyakit sistem
genitourinary.
3) Menerapkan
klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta tindakan terkait penyakit sistem
musculoceletal.
BAB II
PELAKSANAAN PRAKTIK
A. Kegiatan
Awal
Kegiatan awal yang kami lakukan di RS IBNU SINA
YW-UMI makassar pada hari senin 15 agustus 2016 kami diantar oleh pembimbing
institusi ke pembimbing lahan, mahasiswa memperkenalkan diri dan memdapat
pengarahan dari pembimbing lahan diruangan rekam medis, kemudian kami di bagi
menjadi 2 kelompok yaitu :
1. Kelompok
pertama bertugas klasifikasi dan kodefikasi penyakit untuk berkas rawat jalan,
sedangkan
2. Kelompok
kedua bertugas klasifikasi dan kodefikasi penyakit untuk berkas rawat inap.
Selang satu minggu, pada hari senin 22
agustus 2016 kedua kelompok bertukar. Kelompok pertama bertugas klasifikasi dan
kodefikasi BRM Rawat Inap, dan kelompok kedua BRM Rawat Jalan.
B. Kegiatan
Pokok
Kegiatan pokok yang kami lakukan adalah klasifikasi
dan kodefikasi penyakit dan tindakan yang berkaitan dengan :
1. Penyakit
infeksi dan parasite.
2. Penyakit
sistem penglihatan.
3. Penyakit
telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).
4. Penyakit
sistem respirasi (pernafasan).
5. Penyakit
sistem cardiovascular (sirkulasi).
6. Penyakit
sistem digestive (pencernaan).
7. Penyakit
sistem integument (kulit dan subkutan).
8. Penyakit
sistem musculoceletal.
|
3
|
BAB III
HASIL YANG DICAPAI
A.
Profil Rumah Sakit
1. Sejarah Rumah Sakit
Rumah sakit “IBNU SINA” UMI adalah salah satu Rumah
Sakit Swasta di Kota Makassar, dahulunya di kenal sebagai Rumah Sakit “45” yang
didirikan pada tahun 1988 berdasarkan keputusan Kepala Daerah Tingkat 1
Sulawesi Selatan No.6783/DK-1/SK/TK.I/X 88 tanggal 5 Oktober 1988 Pada hari
senin, telah di lakukan penandatanganan
alih kepemilikan dari Yayan Andi Sose kepada Ketua Yayasan Wakaf UMI pada saat
itu Bapak Almarhum Prof.Dr.H.Abdurahman A.Basalamah SE,M.Si dari pihak Yayasan
Wakaf UMI dengan Bapak Dr.Hc.H.Andi Sose dari pihak Yayasan Andi Sose.
Rumah Sakit “IBNU SINA”UMI mulai beroperasi pada
tahun 2003 berdasarankan surat keputusan kepala Dinas Kesehatan Propinsi
Sulawesi Selatan izin uji coba penyelenggaraan operasional Rumah Sakit “Ibnu
Sina”YW-UMI pada tanggal 23 September 2003 No.6703A/DK-IV/PTS-TK/2/IX/2003
selanjutnya pada hari Senin tanggal 17 Mei 2004 dilakukan peresmian oleh Bapak
Gubernur Sulawesi Selatan bapak H.M.Amin Syam. Pada akhirnya Rumah Sakit “Ibnu
Sina” memperoleh surat izin penyelenggaraan Rumah Sakit dari Departemen
Kesehatan Republik Indonesia, berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia No.YM.02.04.3.5.4187 tanggal 26 September 2005.
|
4
|
2.
Visi dan Misi
a.
Visi:
“Menjadi Rumah Sakit
pendidikan dengan pelayanan yang islami, unggul dan terkemuka di Indonesia”
b.
Misi:
1)
Melaksanakan dan mengembangkan pelayanan
kesehatan unggul dan menjunjung tinggi moral dan etika (misi pelayanan
kesehatan).
2)
Melaksanakan dan mengembangkan
pendidikan kedokteran dan professional kesehatan lainnya (misi pendidikan).
3) Melaksanakan
pelayanan dakwah dan bimbingan spiritual kepada penderita dan pengelola rumah
sakit (misi Dakwah).
4) Mengupayakan
perolehan Finansial dari berbagai kegiatan Rumah Sakit (misi Finansial).
5) Meningkatkan
kesejahtraan pegawai (misi kesejahtraan)
3. Nilai:
a. Amanah
(kepedulian, jujur, berdedikasi, dan bertanggung jawab)
b. Profesional
(kompetensi dan etika)
c. Akhlaqul
qarimah (menjaga silaturahmi, saling membantu, menghargai dan kebersamaan).
4. Motto
“Melayani anda adalah ibadah dan pengabdian
kami”.
B. Klasifikasi
Kodefikasi Penyakit dan Tindakan Terkait Kesehatan II
(KKPMT II)
1. Klasifikasi
Kodefikasi Penyakit dan Tindakan Terkait Penyakit Infeksi dan Parasite
Berikut beberapa contoh kasus penyakit
infeksi dan parasite:
a. Gastroenteritis
Akut (GEA)
Gastroenteritis Akut adalah infeksi yang
terjadi pada penyakit usus atau perut yang disebabkan oleh beberapa jenis
virus. Kondisi ini juga dikenal sebagai flu perut, flu lambung, atau virus
perut. Infeksi ini mengakibatkan terjadinya mual, muntah, diare, kram perut, dan
terkadang demam.
Kode
Penyakit:
Lead
Term : Gastroenteritis (acute) A09.9
Tabular
List : A09.9 Gastroenteritis and colitis
unsfesified origin
Kode MC/MD : A09.9
Tindakan
atau pemeriksaan penyakit GEA :
1) Pemasangan
infus :
Lead Term :
Infussion
- electrolytes
99.18
Tabular List : 99.18 Injection or infusion of
electrolytes
Kode
Tindakan : 99.18
2) Injeksi
antibiotic :
Lead Term :
Injection
-
antibiotic 99.21
Tabular List : 99.21 Injection of antibiotic
Kode Tindakan : 99.21
b. Demam
Thypoid
Demam tifoid atau typhoid adalah
penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya
yaitu Salmonella Typhi.Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan
disebarkan melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh tinja.
Kode
Penyakit:
Lead Term : Fever
- thypoid A01.0
Tabular
List : A01.0 Paratyphoid fever
Kode MC/MD : A01.0
Diagnosa sekunder “Demam Berdarah (DBD)”
Demam berdarah atau demam berdarah dengue
(DBD) adalah jenis penyakit
demam akut yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus lagi
dengan genus Flavivirus dikenal
dengan nama Virus Dengue. Penyakit
ini ditemukan manusia oleh nyamuk Aedes Aegypti.
Kode
Penyakit:
Lead
Term : Fever
-
dengue
- - hemorrhagic A91
Tabular
List : A91 Dengue hemorrhagic fever
Kode
MC/MD : A91
Tindakan atau pemeriksaan penyakit Demam
Thypoid dan DBD:
1) Pemasangan
infus :
Lead Term : Infussion
- electrolytes
99.18
Tabular List : 99.18 Injection or infusion of
electrolytes
Kode
Tindakan : 99.18
2) Injeksi
antibiotic :
Lead Term :
Injection
- antibiotic 99.21
Tabular List :
99.21 Injection of antibiotic
Kode Tindakan : 99.21
MAAF DEK KURANG LENGKAP, NANTI TIDAK BELAJARKI........
JGN CUMA ctrl-C ctrl-V. JADI REFERENSI BOLEH.
SELAMAT MENJADI KODER YANG HANDAL..
GOOD LUCK..!!!!!!!!!!!!!11
MAAF DEK KURANG LENGKAP, NANTI TIDAK BELAJARKI........
JGN CUMA ctrl-C ctrl-V. JADI REFERENSI BOLEH.
SELAMAT MENJADI KODER YANG HANDAL..
GOOD LUCK..!!!!!!!!!!!!!11
|
|
HAL-HAL YANG MENUNJANG DAN MENGHAMBAT PRAKTIK
A. Hal-Hal
Yang Menunjang
1. Kami
diberikan kesempatan untuk mengkode secara langsung BRM pasien rawat dan rawat
inap baik itu pasien BPJS maupun pasien Umum.
2. Lokasi
Rumah Sakit yang mudah dijangkau.
3. Petugas
yang ada di instalasi Rekam Medis sangat baik dan mau menuntun kami selaku
mahasiswa praktik tingkat 1.
4. Ruangan
yang kami tempati cukup kondusif sehingga menunjang proses praktik kami.
B. Hal-Hal
Yang Menghambat Pelaksanaan Praktik
1.
Tulisan dokter yang kurang dimengerti dan belum
menggunakan penulisan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
2.
Adanya diagnosa baru yang diluar dari pencapaian
yang dapat dijadikan
sebagai suatu pembelajaran baru.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
hasil pembahasan tentang laporan praktik KKPMT II dan KKPMT VIII ini maka kami
dapat simpulkan:
1.
Dengan adanya pengklasifikasian dan pengkodefikasi penyakit
dan tindakan terkait penyakit infeksi dan parasit, sistem penglihatan,
telinga,hidung, dan tenggorokan (THT), sistem respirasi (pernafasan), sistem
cardiovascular (sirkulasi), sistem digestive (pencernaan), sistem integument
(kulit dan subkutan), penyakit sistem musculoceletal, dan penyakit sistem
genitourinary dapat lebih mudah menyajikan suatu informasi dan menunjang management,
dan riset bidang kesehatan.
|
17
|
B. Saran
Untuk pengembangan lebih lanjut
maka penulis memberikan saran yang sangat bermanfaat dan dapat membantu dalam
proses menjalankan tangggung jawab sebagai profesional medical record (Rekam
Medis) untuk masa yang akan datang yaitu:
1.
Sebaiknya petugas rekam medis khususnya
dalam mengkodefikasi berkas rekam medis sekiranya dapat memperhatikan diagnosa
utama dan anamnesa pasien terlebih dahulu, sebelum melihat ICD 10 volume 3. Kemudian
mencocokkan ke dalam ICD 10 volume1, agar tidak terjadi suatu kekeliruan dalam
pemberian kode penyakit dan tindakan sehingga memperoleh kode yang lebih
terperincih dan benar.
2.
Sebaiknya ruang rekam medis dan ruang
penyimpanan berkas rekam medis (BRM) yang ada dilantai dua dipindahkan
kesamping ruang BPJS, sehingga mempermudah pelayanan dan pengolahan data
pasien.
3. Sebaiknya
penulisan diagnosa yang menggunakan singkatan harus dengan yang ada di SPJ yang
telah disepakati oleh pihak Rumah Sakit sehingga tidak menimbulkan pegertian
lain.
4.
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar